Hindari memberikan konsekuensi
yang tidak ada kaitannya, misalnya tidak boleh nonton televisi selama 2
minggu atau tidak mendapat uang jajan 3 hari. Jangan melampiaskan marah
berlebih yang akibatnya hanya memperpanjang daftar konsekuensi. Saat
fokus pada masalah, maka mudah bagi anak tahu dan jelas dimana
kesalahannya.
2. Wajar dan Masuk Akal
Sesuaikan
dengan kemampuan dan usia anak, jika usia anak masih balita akan sulit
untuk membersihkan dan menjemur karpet sendirian, perlu dibantu dan
diberikan contoh mengerjakannya.
Mungkin
anda khawatir anak tidak jera, jika dibantu? Dengan membantu anak saat
mengerjakan konsekuensi, hal ini dapat menumbuhkan kedekatan emosional
dan pengertian anak terhadap orangtuanya. Ada waktu bersama, asalkan
orangtua tidak mengomel terus saat mengerjakan bersama.
Anda tidak perlu mencari efek jera bagi
anak, waktu yang digunakan untuk membersihkan karpet sudah membuat dia
berada di luar zona nyamannya.
3. Memberikan Pengalaman Belajar
Tujuan konsekuensi memberikan pengalaman
belajar dari tidak paham menjadi paham. Memang sebelum konsekuensi
diberikan sebaiknya sudah ada aturan yang menjelaskan mana perilaku yang
baik dan tidak baik.
